Wednesday, September 20, 2006

DR. Suharsono, MM, MPd:Banyak PTS hanya Memiliki Fasilitas Seadanya

RUBRIK > NASIONAL 11 May 2004 (Republika)
JAKARTA - Penyebaran lembaga pendidikan tinggi di Indonesia saat ini makin meluas. Kondisi itu antara lain terlihat dari munculnya banyak PTS di kota-kota kabupaten dan bahkan kota kecamatan di berbagai daerah di Indonesia.
"Sayangnya, tidak sedikit di antara perguruan tinggi yang dikelola swasta itu didirikan dengan fasilitas seadanya. Mereka banyak di antaranya hanya menempati ruko-ruko kecil sehingga keberadaan PTS ini sebenarnya tidak layak disebut sebagai perguruan tinggi," ujar Ketua Yayasan Pendidikan Pertiwi, Dr H Suhasrono, MPd, MM, kepada Harian Terbit, baru-baru ini.

Menurut Suharsono, makin meluasnya penyebaran PTS di kota-kota kecil itu di satu sisi sangat menguntungkan masyarakat karena mereka menjadi memiliki banyak pilihan. Namun demikian, katanya, di sisi lain keberadaan mereka semakin memperketat tingkat persaingan di antara PTS yang ada. Sebab, kenaikan jumlah lulusan SLTA yang melanjutkan studinya ke perguruan tinggi di Indonesia belum begitu besar, sementara pertambahan jumlah PTS cenderung pesat sekali. "Kondisi semacam inilah yang menyebabkan tingkat persaingan di antara PTS semakin ketat," tegasnya.

Suharsono mengatakan PTS yang hanya menempati ruko-ruko kecil sebenarnya tidak hanya terdapat di kota-kota kecil karena di kota-kota besar seperti Jakarta saja jumlah mereka cukup banyak. Mereka biasanya selain tidak memiliki sarana dan prasarana pendidikan yang tidak memadai, juga visi dan misi yang diembannya tidak jelas.

Padahal, paparnya, dalam ketentuan yang dikeluarkan Mendiknas telah jelas disebutkan apa saja syarat-syarat yang harus dipenuji ka masyarakat akan mendirikan akademi, sekolah tinggi, dan universitas. Sayangnya, tidak sedikit pengelola PTS yang tidak memenuhi ketentuan aturan main dalam mendirikan perguruan tinggi tersebut.

"PTS yang semacam ini jelas sangat merugikan masyarakat. Sebab, penyelenggaraan pendidikan yang dikelolanya tidak sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan Depdiknas," ungkapnya. Karena itu, papar Suharsono, masyarakat jangan mudah tergiur oleh tawaran perguruan tinggi yang menarik biaya pendidikan sangat murah. Sebaiknya, masyarakat harus melihat dulu fasilitas pendidikan dan kualitas penyelenggaraan pendidikan yang dikelolanya.

Selain itu, tambah Suharsono, mereka harus memperhatikan visi dan misi yang dikembangkan PTS itu. Pilihlah PTS-PTS yang memiliki visi dan misi yang jelas serta mempunyai fasilitas pendidikan yang memadai. "Jadi, utamakan pilih PTS yang memiliki program pendidikan bermutu dan kampus sendiri. Bukan PTS yang tidak jelas programnya dan hanya menempati ruko-ruko kecil serta tidak jelas fasilitas pendidikan yang dimilikinya," ungkapnya. (mus/tbt). Diolah (HMS)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home