Wednesday, September 20, 2006


Papa di Media Massa
19 February 2004 - 14:34
Peluang kerja lulusan pariwisata tetap besar
JAKARTA - Kualitas lulusan pendidikan bidang pariwisata Indonesia secara umum sebenarnya tidak kalah dari SDM luar negeri. "Sayangnya, tingkat penguasaan mereka terhadap bahasa asing, terutama Bahasa Inggris, hingga kini umumnya masih rendah," ujar Drs. Arjuna Wiwaha, MM, PhD.
Direktur Akademi Pariwisata Pertiwi (Akpar) Jakarta itu mengemukakan hal tersebut kepada Harian Terbit usai Wisuda Lulusan Diploma Tiga dan Satu Tahun Akademik 2003/2004 Akademi Pariwisata Pertiwi di Jakarta, kemarin. Hadir dalam kesempatan ini selain civitas akademika Akpar Pertiwi, juga Ketua Yayasan Pendidikan Pertiwi, Dr. H Suharsono, MPd, MM.
Karena itu, katanya, upaya meningkatkan kemampuan berbahasa asing para mahasiswa program pendidikan pariwisata di Indonesia harus mendapat perhatian besar. Langkah ini penting agar lulusan pendidikan pariwisata di Indonesia mampu bersaing dengan lulusan pendidikan yang sama dari negara-negara lain, terutama yang berasal dari negara maju.
Ia mengemukakan secara umum mutu SDM yang dihasilkan lembaga pendidikan tinggi bidang pariwisata di Indonesia telah mampu bersaing dengan SDM asing. Buktinya, beberapa bidang pekerjaan di sektor pariwisata yang selama ini didominasi SDM asing kini mulai banyak diisi oleh lulusan pendidikan bidang pariwisata lokal.
Menurutnya, perkembangan bi-dang pariwisata dunia dalam beberapa tahun terakhir mengalami kemajuan pesat. Hal itu terlihat dari perkembangan jumlah wisatawan dunia dari tahun 1992 sebanyak 502,8 juta pada tahun 2002 meningkat menjadi 702,6 juta wisatawan.
"Hal yang sama juga terlihat dari perkembangan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia yang terlihat meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 1992 jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia hanya 3,1 juta orang, maka pada tahun 2002 meningkat menjadi 5,1 juta orang," ungkapnya.
Meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia, kata Arjuna, jelas merupakan peluang kerja bagi lulusan pendidikan bidang pariwisata. Peluang kerja semacam ini diperkirakan akan semakin meningkat jika situasi keamanan di Indonesia makin stabil.
"Bila keamanan di Indonesia makin membaik, maka dunia pariwisata di sini akan berkembang pesat. Apalagi kita memiliki keanekaragaman budaya, etnis, tradisi, flora, dan fauna yang memiliki nilai jual tinggi," lanjutnya.
Dengan makin membaiknya perkembangan bidang pariwisata di Indonesia, kata Arjuna, maka pihaknya yakin prospek kerja lulusan pendidikan pariwisata akan tetap baik. Buktinya, permintaan SDM bidang pariwisata setiap tahun di Indonesia terus meningkat, tegasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan itu, kata Arjuna, Akpar Pertiwi berusaha mempersiapkan para lulusannya agar menguasai ilmu pengetahuan kepariwisataan yang sesuai dengan tuntu-tan kebutuhan lapangan kerja. "Hal itu dimungkinkan karena proses perkuliahan di Akpar Pertiwi selain didukung sarana dan prasarana yang memadai, juga para dosen yang profesional," lanjutnya.
Ketua Yayasan Pendidikan Pertiwi, Dr H Suharsono, MPd, MM, mengatakan wisuda merupakan momentum yang menandai lulusan pendidikan telah melewati suatu masa proses belajar yang panjang, mengeluarkan biaya tinggi, dan berbagai macam pengorbanan. "Karena itu kita harus mensyukurinya," ungkap Suharsono.
Ia mengatakan perkembangan bidang pariwisata dipengaruhi oleh berbagai faktor di antaranya faktor keamanan. Saat ini stabilitas keamanan di Indonesia menurun sehingga perkembangan bidang pariwisata juga kurang begitu baik. "Karena itu lulusan Akpar Pertiwi harus ikut andil dalam membangkitkan kembali sektor pariwisata ini. Selain itu juga dituntut mampu mengembangkan bidang pariwisata Indonesia lebih maju dari sekarang," tambahnya. (tbt/mus) (HMS)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home